5

Easy Korean: Modul Pembelajaran Bahasa Korea dengan Aplikasi interaktif new media

Posted by Riski Safaat on 01.36

Easy Korean: Modul Pembelajaran Bahasa Korea dengan Aplikasi interaktif new media


Riski Safaat1) Michael Alexander Djojo)
1,2 ) Program Studi Sistem Komputer Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, email: riski.safaat@yahoo.com dan email: djojo.alexander@gmail.com  



Abstrak  – Korea menempati peringkat ke-11 ekonomi dunia dan ke-3 di Asia. Hal ini menunjukan bahwa bahasa Korea menjadi bahasa yang menarik untuk dipelajari. Namun masih kurangnya media pembelajaran bahasa Korea tersebut pengguna menjadi kurang tertarik untuk mempelajari bahasa Korea atau yang lebih dikenal Hangeul.
Untuk itu penulis membuatkan suatu aplikasi modul pembelajaran bahasa Korea dengan interaktif new media CAI (Computer Aided Instruction) agar para pengguna dapat membaca dan menulis bahasa Korea dengan baik. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan beberapa komponen new media seperti teks, gambar, ikon, warna, video, suara dan animasi sehingga modul pembelajaran ini menjadi sangat interaktif. Dari banyaknya elemen multimedia yang digunakan maka dibutuhkan suatu software aplikasi Adobe Flash agar seluruh komponen dapat saling terintegrasi.
Diharapkan dengan adanya modul pembelajaran ini, para pengguna dapat membaca dan menulis bahasa Korea dengan baik dan benar.  


Kata Kunci: Hangeul, CAI (Computer Aided Instruction), Multimedia, Adobe Flash

1. LATAR BELAKANG

Drama dan musik korea sedang menarik perhatian dunia akhir-akhir ini. Musik K-Pop,  merupakan suatu aliran musik yang berasal dari Korea dengan mengusung konsep vokal, tarian dan wajah personil yang rupawan itulah yang menjadi daya tarik dari aliran musik ini. Musik K-Pop saat ini sudah sampai merambah ke Asia termasuk Indonesia.

Dengan adanya fenomena seperti ini, penulis mencoba mempelajari dan memahami  jika seseorang menyukai sesuatu seperti film atau musik dari luar negeri, apakah orang tersebut tertarik juga untuk mempelajari bahasanya. Dari survei yang penulis lakukan pada 21 Mei 2012 – 27 Mei 2012, 70% para responden tertarik untuk mempelajari bahasa Korea tersebut. Namun mereka masih kesulitan untuk menemukan suatu  modul pembelajaran bahasa Korea tersebut. Dengan adanya kamus bahasa Korea sekarang, itu belum sepenuhnya dapat membantu mereka dalam mempelajari bahasa Korea. Mereka membutuhkan suatu modul interaktif yang dapat membantu dalam proses membaca dan menulis bahasa Korea atau biasa dikenal dengan Hangeul.

Untuk itu, penulis mencoba menangkap peluang dari sini dengan membuat suatu modul pembelajaran bahasa Korea dengan CAI (Computer Aided Instruction). Aplikasi yang disajikan ini adalah sebuah aplikasi yang dibuat dengan  tujuan untuk memudahkan para pengguna dalam  mempelajari dan memahami konsep dasar bahasa Korea. Kemudian aplikasi ini juga disajikan secara menarik dengan menampilkan teks, ikon, warna, gambar, musik, video, dan animasi flash agar  pengguna dapat membaca dan menulis bahasa Korea dengan baik dan benar lewat bantuan modul tersebut. Pengguna juga dapat melihat penjelasan teori dan analogi mengenai basic konsonan dan vokal dalam belajar bahasa Korea. Serta dapat melihat tata cara penulisan bahasa Korea tiap babnya. Dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan program Adobe Flash dengan dukungan Action script.

Modul pembelajaran bahasa Korea ini, dibuat secara menarik dimana diterapkannya berbagai jenis edisi yang sesuai dengan musim yang ada di negara Korea tersebut. Pada aplikasi pembelajaran bahasa Korea yang pertama ini dibuat dalam edisi Summer 2012, dimana diharapkan nantinya aplikasi ini dapat dikembangkan kembali dengan edisi yang berbeda seperti Winter, Spring dan Autumn. Kemudian aplikasi ini, seluruh tampilannya di desain sesuai tema masing-masing sehingga terkesan menjadi lebih menarik dan pengguna menjadi tidak bosan dalam belajar.

      Selanjutnya yang menjadi perhatian dari aplikasi ini yaitu mengenai GAS (Goal,Audience, Scope) Analysis yang diterapkan, dimana Goal : Membantu pengguna untuk belajar membaca dan menulis bahasa Korea. Audience: Remaja dan Dewasa (18 s.d. 26 tahun) dan Scope :  Basic Consonants
                           ㄱ ㄴ ㅁ ㄷ ㅇ ㅅ ㅂ ㅈ ㄹ
                     Basic Vowels
                            ㅣ ㅗ ㅜ ㅏ ㅓ ㅐ ㅔ ㅡ



2. PERANCANGAN APLIKASI INTERAKTIF

Teori-teori yang digunakan dalam penyelesaian proyek akhir akan dibahas dalam bab ini sesuai kaitannya dengan membaca dan menulis bahasa Korea, animasi flash dan video. Serta software-software yang digunakan dalam pembuatan proyek ini.

2.1 Membaca dan menulis bahasa Korea atau Hangeul (한글)
Bahasa Korea atau Hangeul (한글) adalah alfabet yang digunakan untuk membaca dan menulis bahasa Korea. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397-1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Joseon. Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan ideografik (tulisan dalam bentuk 'simbol' seperti aksara Tionghoa), Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet, karena setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda. Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf (jamo)— 14 huruf mati (konsonan) dan 10 huruf hidup (vokal). Sebenarnya Hangeul masih mempunyai 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal, namun dihilangkan. Selain untuk menuliskan bahasa Korea, Hangeul juga dipakai untuk bahasa suku Cia-Cia, di Sulawesi Tenggara, Indonesia[1].

 
                           Gambar 2.1 Basic Konsonan


            

            Gambar 2.2 Basic Vokal


2.2. Adobe Flash
Adobe Flash adalah sebuah program grafis dan animasi yang keberadaannya ditujukan bagi pecinta desain dan animasi untuk berkreasi membuat animasi web interkatif, film animasi kartun, presentasi bisnis atau kegiatan, company/organization profil dan game flash yang menarik. Oleh karena itulah, maka pada program Adobe Flash ini disediakan berbagai  fasilitas serta kemampuan penunjang lainnya yang berfungsi sebagai sarana untuk berkreasi guna melahirkan ide-ide yang tersimpan didalam pikiran kita. Dengan begitu, terbukalah jalan untuk menyalurkan ide-ide cemerlang yang kita miliki untuk mewujudkan karya – karya kita.
Adobe Flash, sebagai program multimedia dan animasi, mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan program animasi lainnya, yaitu:
·         Seorang pemula yang masih awam terhadap dunia desain dan animasi dapat dengan mudah mempelajari dan memahami Adobe Flash tanpa harus dibekali dasar pengetahuan yang tinggi tentang bidang tersebut.
·         Pengguna  program Adobe Flash dapat dengan mudah dan bebas dalam berkreasi membuat animasi dengan gerakan luwes(bebas) sesuai dengan alur adegan animasi yang diinginkan.
·         Adobe Flash ini dapat menghasilkan file dengan ukuran kecil. Hal ini dikarenakan, flash menggunakan animasi dengan berbasis vector  dan juga ukuran file flash yang kecil berdampak tidak dibutuhkannya waktu loading yang lama untuk membuka halaman web tersebut.
·         Adobe Flash menghasilkan file bertipe (ekstensi).FLA yang bersifat fleksibel karena dapat mengkonersikan memjadi file berekstensi .swf, .html, .gif, .jpg, .png, .exe, .mov. Hal ini memungkinkan penggunaan program Adobe Flash ini untuk berbagai keperluan yang kita inginkan[2].

2.3 Adobe Fireworks
Adobe Fireworks (sebelumnya dikenal sebagai Macromedia Fireworks) adalah sebuah bitmap dan vector grapichs editor. Ia sebenarnya dikembangkan menggunakan bagian dari Macromedia xRes, yang telah Adobe peroleh di tahun 2005. Fireworks dibuat untuk web designer agar membuat prototipe website dan application interface dengan cepat. Fiturnya memasukkan slices and kemampuan untuk menambahkan hotspot. Ia didesain untuk diintegrasikan dengan produk Adobe lainnya seperti Adobe Dreamweaver dan Adobe Flash. Ia tersedia sebagai salah satu produk yang berdiri sendiri atau dibundle dengan Adobe Creative Suite. Versi sebelumnya dibundle dengan Macromedia Studio [3].

2.1.Komponen new media
Berikut merupakan komponen new media yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini :
  1. Teks
Teks dalam aplikasi ini digunakan sebagai petunjuk penggunaan dalam menjalankan aplikasi. Dengan adanya teks pengguna dapat mengerti step-by-step dalam proses kerja dari aplikasi. Teks dalam aplikasi ini juga digunakan sebagai penjelasan dari teori dalam proses pembelajaran menulis dan membaca bahasa Korea.

Gambar 2.1.1 Teks
  1. Ikon
Ikon dalam aplikasi ini digunakan untuk menyampaikan maksud dan tujuan, sehingga pengguna dapat mengetahui alur dari kinerja sistem. Dalam hal ini button digunakan sebagai saran komunikasi antara pengguna dan aplikasi. Berikut adalah contohnya :
Gambar 2.1.2 Ikon

a)       Tanda Panah ke kiri
Sebagai button untuk mengarahkan ke step sebelumnya.
b)       Rumah
Sebagai button untuk mengarahkan ke menu utama.
c)       Tanda X dalam lingkaran
Sebagai button untuk keluar dari aplikasi.
  1. Suara
Suara pada aplikasi ini digunakan untuk pembacaan narasi yang disampaikan oleh avatar, lagu yang mengiringi saat aplikasi dijalankan dan untuk pengucapan kata dalam aplikasi dalam membaca bahasa Korea. Dengan adanya suara pada aplikasi ini menjadi lebih interaktif, dimana dalam proses pembuatan aplikasi modul pembelajaran, pengguna diberikan suara jika kursor didekatkan pada huruf konsonan atau vokal yang diterapkan pada menu Begin Lessons, baik di Introduction, lesson 2 dan lesson 3.
  1. Warna
Warna yang paling dominan dalam aplikasi ini adalah warna biru muda yang mendakan kecerahan. Karena pada desain aplikasi ini adalah edisi Summer 2012, maka warna yang disajikan dalam aplikasi ini berupa background langit biru dan pantai yang indah dengan dihiasi awan dan matahari sehingga efek summer tersebut sangat terasa jika aplikasi ini dijalankan. Berikut adalah tampilan dari aplikasinya :

Gambar 2.1.3 Warna

  1. Gambar
Pada aplikasi ini terdapat sebuah avatar yang diberi nama Park Jin Ho. Fungsi dari avatar ini adalah sebagai penunjuk (Guide) untuk membantu pengguna bagaimana menggunakan aplikasi ini. Selain avatar, aplikasi ini juga menggunakan beberapa gambar sebagai pendukung aplikasi sehingga tampilan menjadi lebih menarik. Berikut adalah avatar dari aplikasi ini :
 
Gambar 2.1.4 Avatar

  1. Animasi
Animasi merupakan kumpulan gambar-gambar dalam suatu frame yang digerakan. Dalam aplikasi pembelajaran bahasa Korea ini, dibuat beberapa animasi yakni matahari yang berputar, awan yang berjalan, ombak yang bergelombang, avatar yang bergerak dan tulisan bahasa Korea yang dapat bergerak ketika kursor di dekatkan. Diharapkan dengan animasi tersebut para pengguna lebih dapat memahami aplikasi yang dibuat dan memberikan informasi yang sedang terjadi.
  1. Video
Video dalam aplikasi ini dibuat untuk mempromosikan Korea dan bagaimana keindahan Korea sehingga para pengguna tertarik untuk mengunjungi Korea.

2.2.Struktur dan navigasi
Struktur yang digunakan dalam aplikasi Easy Korean ini menggunakan Tree Structure. Dengan adanya Tree Structure tersebut pengguna diberi kebebasan untuk memilih menu apasaja yang dibuat tanpa memikirkan urutannya terlebih dahulu.
Dalam modul pembelajaran bahasa Korea ini menggunaka struktur Tree karena proses aplikasi dilakukan secara
Kemudian navigasi yang digunakan dalam modul pembelajaran bahasa Korea adalah sebagai berikut :
1)       Next
Navigasi next digunakan untuk melompat ke proses selanjutnya. Dalam aplikasi modul pembelajaran bahasa Korea ini, navigasi next sering dijumpai pada bagian menu Begins Lesson karena pada bagian tersebut berisi tentang cara pembelajaran membaca dan menulis bahasa Korea. Sehingga jika pengguna telah selesai melakukan proses pembelajaran dari halaman 1 dapat lanjut ke modul pembelajaran halaman 2 dan selanjutnya.
2)       Previous
Navigasi previous merupakan kebalikan dari proses next. Previous digunakan untuk kembali ke  halaman sebelumnya.
3)       Home
Navigasi home digunakan untuk kembali ke menu utama pada aplikasi. Sehingga memudahkan pengguna untuk kembali ke menu awal.
4)       Back  
Navigasi back digunakan untuk membantu pengguna kembali ke sub-menu sebelumnya.
5)       Exit
Navigasi exit digunakan untuk keluar dari aplikasi yang sedang dijalankan.
6)       Skip
Navigasi skip digunakan untuk melewatkan proses yang sedang berjalan. Dalam aplikasi modul pembelajaran bahasa Korea, skip dapat dijumpai ketika avatar sedang memberikan pengarahan dalam proses pemakaian aplikasi. Skip dapat digunakan ketika para pengguna telah mengetahui proses berjalannya aplikasi.





2.3. Top-down design
Berikut adalah Top-down design aplikasi dari modul pembelajaran bahasa Korea adalah  sebagai berikut :

1.       Pada bagian awal akan ditambilkan sebuah animasi pembuka atau Splash, lalu terdapat bermacam-macam  menu pilihan untuk menuju  ke tampilan menu utama.
2.       Kemudian pengguna dapat melakukan pemilihan menu  utama yang ada pada aplikasi ini. Terdapat 5 menu utama seperti :
A.      Begin Lessons
Merupakan sebuah  sub menu unggulan dari aplikasi ini. Dimana didalamnya berisikan tentang metode-metode pembalajaran mengenai membaca dan menulis bahasa Korea.
1)       Introduction
Merupakan pembukaan dari proses pembelajaran yang akan diaplikasikan. Berisikan pengertian dari pembelajaran bahasa korea.
2)       Lesson 1
Merupakan sub pembelajaran mengenai metode-metode membaca dan menulis bahasa korea. Kemudian di akhir pembelajaran setiap lesson terdapat quiz.
3)       Lesson 2
Merupakan sub pembelajaran lanjutan mengenai metode-metode membaca dan menulis bahasa korea dan diakhiri dengan quiz juga.
B.       About
Merupakan sebuah menu dari sebuah konten dimana didalamnya berisikan informasi mengenai pembuat aplikasi ini.
C.      Visit Korea
Merupakan sebuah konten video-video visit korea. Didalamnya berisikan video mengenai keindahan keanekaragaman yang ada di Korea. Video tersebut bertujuan mempromosikan Korea ke khalayak luar sehingga para pengguna yang melihatnya akan tertarik untuk mengunjungi Korea.

D.      Help
Merupakan sebuah menu yang berfungsi sebagai tempat bertanya bagi pengguna jika menemukan kesulitan dalam pengoprasian aplikasi ini. Diharapkan dengan adanya menu help ini pengguna dapat langsung mengatasi segala kendala dalam pengoprasian aplikasi Easy Korean tersebut.
E.       Exit
Merupakan menu untuk keluar dari aplikasi CAI ini. Namun ketika pengguna telah menekan tombol exit, maka aplikasi memberikan pilihan lagi “Ya” atau “Tidak” untuk meyakinkan pengguna apakah benar ingin keluar dari aplikasi interaktif ini atau tidak.
3.       Aplikasi akan menampilkan tutorial yang telah dipilih oleh pengguna pada layar.
4.       Pengguna dapat memilih kembali menu atau bab yang ada pada sistem aplikasi ini dengan kembali menuju ke menu utama.
5.       Terdapat button exit jika pengguna telah selesai menggunakan aplikasi tersebut.


2.4. System Model

Berikut adalah tampilan flow chart dari aplikasinya :



3. HASIL AKHIR RANCANGAN

Pada tahap ini akan dilakukan hasil rancangan program aplikasi yang telah dibuat untuk mengetahui bagaimana program bekerja dan bagaimana program dapat dijalankan sesuai yang diharapkan. Pengujian aplikasi dilakukan dengan mengecek link yang terdapat pada menu yang disajikan, apakah button me-link dengan benar sesuai dengan targetnya.
                Berikut adalah tampilan program saat pertama kali dijalankan :

Gambar 1: Contoh Pengujian Tampilan Splash 1

Pada menu splash 1 diatas menunjukan judul aplikasi yang dibuat yakni “Easy Korean”.
             
Gambar 2: Contoh Pengujian Tampilan Splash 2

Pada menu splash 2 diatas menunjukan instruksi aplikasi bahwa “ Gunakan headphone untuk mendapatkan kualitas suara yang lebih baik” karena pada aplikasi ini dibuat dengan diiringi beberapa lagu agar lebih interaktif sehingga proses belajar lebih semangat.

Gambar 3: Pengujian Tampilan Utama Aplikasi

Pada tampilan utama terdapat 4 button. Bila di-click pada menu teori maka akan muncul tampilan tutorial seperti berikut :

Gambar 4: Pengujian Halaman awal

Pada tampilan halaman awal seperti diatas menunjukan instruksi pada  menu Begin Lessons.           

Gambar 5: Pengujian Menu Begin Lessons

Pada tampilan menu Begin Lesson seperti diatas menunjukan 3 button pilihan yang menjadi aplikasi utama dalam pembelajaran menulis dan membaca bahasa Korea. Terdapat 3 lesson menu yakni Introduction, Lesson 2 dan lesson 3.

Gambar 6 : Pengujian Menu Introduction

Pada tampilan menu Introduction seperti diatas berisikan Teori mengenai huruf konsonan dan vokal dalam bahasa Korea.

Gambar 7: Pengujian Menu Lessons2

Pada tampilan menu lesson 2, dipelajari huruf vokal dan konsonan. Kemudian jika kursor di dekatkan pada huruf vokal diatas, maka tulisan akan bergerak sebagai penunjuk metode penulisan bahasa Korea. Selanjutnya terdapat sound jika kursor didekatkan pada huruf maka akan menimbulkan suara pengucapan bahasa Koreanya.

Gambar 8: Pengujian Menu Quiz Lessons2

  Pada tampilan diatas merupakan menu quiz pada lesson 2.

     
 Gambar 9: Pengujian Menu Lessons3

Pada tampilan menu lesson 3, dipelajari huruf vokal dan konsonan yang berbeda pada lesson 2. Kemudian jika kursor di dekatkan pada huruf vokal diatas, maka tulisan akan bergerak sebagai penunjuk metode penulisan bahasa Korea. Selanjutnya terdapat sound jika kursor didekatkan pada huruf maka akan menimbulkan suara pengucapan bahasa Koreanya.

Gambar 10: Pengujian Menu Quiz Lessons3

Pada tampilan diatas merupakan menu quiz pada lesson 3.

Gambar 11: Pengujian Menu About

Pada tampilan diatas merupakan menu About, dimana didalamnya merupakan informasi mengenai biografi pembuat aplikasi ini.


Gambar 12: Pengujian Menu Help
       
Pada tampilan diatas merupakan menu Help, dimana didalamnya merupakan petunjuk-petunjuk dalam menggunakan aplikasi ini.

Gambar 13: Pengujian Menu Visit Korea

Pada tampilan diatas merupakan menu Visit Korea, dimana didalamnya merupakan video dokumentasi tentang visit Korea.

4. SIMPULAN DAN SARAN

Aplikasi Easy Korean ini telah dibuat dan dirancang sebagai suatu modul pembelajaran yang interaktif dengan tujuan membantu pengguna untuk membaca dan menulis bahasa Korea. Dari komponen new media yang digunakan sudah sangat bervariasi dan interaktif namun masih ada beberapa kendala dalam proses pembuatannya sehingga aplikasi ini masih kurang maksimal dalam proses penerapannya. Dari kekurangan itu masih dibutuhkan waktu supaya proses perkembangan dan proses perbaikan dalam perancang aplikasi ini dapat diterapkan secara sempurna.

Diharapkan setelah aplikasi ini dibuat masih perlu diadakan perkembangkan lagi baik itu gambar, teks, suara, video, warna, ikon dan animasinya sehingga aplikasi bahasa Korea yang dibuat semakin interaktif.

REFERENSI

                pada 15 Juni 2012.
15 Juni 2012
                Diakses pada 26 Juni 2012
20 Mei 2012.
20 Mei 2012
korea-hangeul.html.Diakses pada 23 Juni
2012.




 Desain Poster Aplikasi
Desain Packaging DVD


0

Sistem Komunikasi pada MABES POLRI POLDA METRO JAYA dengan menggunakan LTE

Posted by Riski Safaat on 01.05

Sistem Komunikasi pada MABES POLRI POLDA METRO JAYA dengan menggunakan LTE
Riski Safaat1, Kanisius Karyono, S.T., M.T. 2
Mahasiswa Jurusan Sistem Komputer1, Dosen Pengajar2
Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara  
Jln. Boulevard Gading Serpong Tangerang- Banten 15810 INDONESIA
Telp. (021)54220808 Fax.(021) 54220800
Email :Ekki@teaterkatak.org



Abstrak— Mabes Polri Polda Metro Jaya merupakan pusat dari keamanan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Dimana di dalam kantor pusat tersebut pasti membutuhkan pengaksesan jaringan internet yang sangat cepat, karena untuk menjaga dan memantau wilayah keamanan DKI bukan perkara yang mudah seiring dengan luasnya kewilayahan Jakarta dan banyaknya gedung-gedung bertingkat. Untuk itu, LTE (Long Term Evolution) dirancang untuk memperbaiki dan mempercepat jaringan telekomunikasi yang ada di Mabes Polri Polda Metro Jaya sekarang .

Keywords— Mabes Polri Polda Metro Jaya dan LTE (Long Term Evolution) .


I.      pendahuluan
Mabes Polri Polda Metro Jaya bertempat di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Jl.Jenderal Sudirman Kav 55 Jakarta Selatan yang merupakan disekililingnya terdapat gedung-gedung pencakar langit yang tinggi sehingga sering tejadinya fading . Mabes Polri Polda Metro Jaya, mempunyai 13satuan kewilayahan keamanan dan luas wilayah hukum diantaranya : Polres Jakarta Pusat (48,17 Km2), Polres Jakarta Barat (126,15 Km2), Polres Jakarta Utara (7.133,51 Km2), Polres Jakarta Timur (187,67 Km2), Polres Jakarta Selatan (145,73 Km2), Polres Metro Depok (230 Km2), Polres Metro Tangerang (177,30 Km2), Polres Kabupaten Tangerang (1,11 Km2), Polres Kepulauan Seribu (11,81  Km2), Polres Metro Bekasi (210,49 Km2), Polres Kabupaten Bekasi (1,27 Km2), Polres KPPP Tanjung Priok (593,062 Km2) dan Polres Bandara Soekarno Hatta (18Km2) [1].
Selain kesatuan wilayah hukum yang luas, Mabes Polri Polda Metro Jaya juga mempunyai anggota personel yang cukup banyak yakni mencapai 29.250 orang. Sebanyak 27.895 di antaranya anggota Polri dan 1.345 pegawai negeri sipil. Dari banyaknya user yang menggunakan mobile dan device untuk pertukaran informasi,  maka kecepatan pengaksesan jaringannya pun cenderung lambat sehingga dapat mempengaruhi proses kinerja operasional dari Mabes Polri Polda Metro Jaya.
Dari bermacam-macam masalah yang ada di jaraingan telekomunikasi pada Mabes Polri Polda Metro Jaya seperti Jumlah pemakai jaringan telekomunikasi yang banyak, jaringan telekomunikasi yang cepat, banyaknya jenis teknologi yang digunakan., membutuhkan jangkauan yang luas dan membutuhkan akses jaringan telekomunikasi dimana saja Oleh karena itu, diperlukan sebuah jaringan telekomunikasi yang handal agar semua proses pengaksesan jaringan, pertukaran data, pengaturan lalu lintas dan monitoring keamanan sistem dapat terlaksana dalam waktu yang cepat yakni LTE (Long Term Evolution)..
3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah. Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300mbps dan upload 75mbps [2]. Dengan kemampuan uplink dan downlink yang tinggi, LTE dapat membantu proses pentransmisian data di Mabes Polri.

II.   DASAR TEORI
LTE merupakan standar terbaru pada mobile network technology GSM/EDGE dan UMTS/HSDPA, di mana jaringan teknologi mobile teknologi yang sekarang bekerja dengan lebih dari 85% dari seluruh pelanggan seluler akan memastikan dari 3GPP akan terjadi kompetisi dengan berbagai teknologi seluler lainnya. Para pencetus LTE mulai memikirkan perubahan besar dengan melihat teknologi baru pada air interface dan arsitektur sistem tanpa melihat sistem yang ada saat ini. Hal ini menyebabkan adanya banyak perubahan, misalnya seperti penggunaan teknologi OFDM sebagai basis air interface pada lapisan akses radio (radio access layer), arsitektur sistem flat IP (All-IP), level modulasi yang lebih tinggi dan lain-lain.
Jaringan LTE mampu mentransformasi pengalaman pengguna telekomunikasi, memperbarui layanan mobile broadband ke tingkatan baru sehingga kegiatan mobile seperti browsing internet, mengirim e-mail, video sharing, download musik, serta aplikasi-aplikasi lain akan sangat mudah diakses tanpa ada intervensi atau keterlambatan. LTE disiapkan untuk format jaringan seluler yang kekuatannya jauh melebihi daripada yang sudah ada sekarang baik 3G, HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) maupun HSUPA (High Speed Uplink Packet Access), LTE mampu memberikan downlink puncak harga minimal 100 Mbit/s, 50 Mbit/s di uplink dan RAN (Radio Access Network) sepanjang perjalanan waktu kurang dari 10 ms. LTE fleksibel mendukung bandwidth operator dari 1,4 MHz hingga 20 MHz serta kedua FDD (Frequency Division duplex) dan TDD (Time Division Duplex) dan mampu mengalirkan data hingga 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink. Dengan kecepatan fantastis itu, beragam aplikasi bisa dinikmati lebih cepat dan real-time misalnya untuk game online [3].

III. PERBANDINGAN SISTEM
Dalam pemilihan jaringan telekomunikasi, dibuatkan juga proses perbandingan sistem antara LTE (Long Term Evolution) dan WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Berikut adalah proses penilaian perbandingan berdasarkan 3 kriteria penilain :

3.1  Throughput
Throughput LTE lebih unggul dari WiMax, Downlink yang diusung LTE mampu   melampaui WiMax yakni kisaran 100 Mbps, sementara WiMax kisaran 70 Mbps. Keduanya menawarkan kemampuan rate transfer data maksimal hingga Gbps pada pita frekuensi kisaran 3.4 Ghz - 3.5 Ghz.

3.2  Easy to Implement
·         WiMax lebih easy to implement dibandingkan dengan infrastruktur generasi sebelumnya dari LTE yakni 3G , karena 3G infratrukturnya lebih kompleks serta butuh banyak node.
·         LTE punya downlink lebih baik dari WiMax. Itu artinya lebih irit node dibandingkan WiMax. Tapi faktanya perkembangan teknologi dari 2G , 3G , hingga generasi 3.5G, infrastrukturnya tetep komplex hanya saja tingkat komplexnya semakin berkurang seiring meningkatnya kemampuan data transfernya.
·         Infrastruktur LTE sepertinya akan mengadopsi pendahulunya juga, jadi kemungkinan infrastrukturnya tetep lebih komplex dibanding WiMax.


3.3  Reliable Data Transmission
Dengan Kemampuan Bandwith yang sama2 besar maka range data transfer pun bisa lebih jauh, sehingga kemungkinan lost of data akan berkurang. Keduanya sama2 reliable serta mendukung implementasi IPv6.

3.4  Kesimpulan
·         Ditinjau dari kemampuan transfer rate data pada downlink LTE lebih unggul dari WiMax.
·         Ditinjau dari easy to implement, WiMax lebih unggul
·         Cost efektif ditinjau dari bandwith lebih unggul LTE dari WiMax
·         Cost efektif ditinjau dari infrastruktur lebih unggul WiMax dari LTE.

IV. HASIL ANALISA
Berikut hasil analisa dengan menggunaka LTE :
·         Kecepatan akses bandwidth yang tinggi.
·         Tahan terhadap gangguan (noise).
·         Jangkauan sinyal yang luas.
·         Waktu respon yang lebih cepat.
·         Throughput yang lebih baik—latency turun  menjadi 10-20 ms dan kecepatan puncak mencapai 173/58 Mbps (downlink/uplink).
·         LTE mendukung akses layanan mobile broadband untuk berbagai aplikasi seperti browsing, email, tukar menukar video, download music dan banyak aplikasi lainnya untuk merespon dengan cepat tanpa penundaan.
·         Implementasi Wimax membutuhkan perubahan besar-besaran pada infrastruktur operator GSM. Disamping itu, perfoma WiMaX ternyata “menipu”. Dalam trialnya performa Wimax memang mencapai 50 Mbps namun dalam prakteknya akan berubah drastis hingga 9 Mbps saja. Dari investasi, LTE akan tiga kali lebih murah dari pada WiMax.


V.    KESIMPULAN
Teknologi LTE merupkan  teknologi yang cocok digunakan untuk jaringan telekomunikasi pada Mabes Polri Polda Metro Jaya karena memiliki   downlink dan uplink yang tinggi sehingga mempermudah dalam melakukan tukar menukar data. Walaupun dipasarkan sebagai teknologi 4G LTE yang dipasarkan sekarang belum dapat disebut sebagai teknologi 4G sepenuhnya. LTE yang di tetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi organisasi ITU-R. Teknologi LTE Advanced yang dipastikan akan memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G.


Referensi
[2]       Wikipedia.com. “LTE”dalam http://id.wikipedia.org/wiki/LTE. Diunduh pada 30 Mei 2012.
[3]       Articlecenter.com. http://www.articlecenter.org/long-term-evolution-lte/ Diunduh pada 13 Juni 2012.





0

Galeri bersama Teater KATAK

Posted by Riski Safaat on 08.49
Ini adalah galeri moment-moment saat bersama Teater Katak.
1.Saat pertama kali bergabung dengan Teater Katak,Persiapan untuk tampil saat OMB Universitas Multimedia Nusantara.Agustus 2010.
2.Ini Saat pementasan yang berjudul LOVE ,21 Maret 2011


0

Teater Katak

Posted by Riski Safaat on 07.43
Disini gw mau cerita sedikit tentang pengalaman gw ketika pertama kali bergabung dengan Teater Katak. Gw masuk 2010,pada bulan itu juga bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan dan Teater Katak berlatih untuk persiapan pengenalan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di acara OMB(Orientasi Mahasiswa Baru) tahun 2010. Pada awal gw bergabung dengan Teater Katak,gw memustukan untuk menjadi crew musik dahulu sebagai pemain Zimbe saat itu. Di sini gw merasa ada yang berbeda,ada kehangatan ketika bergabung. Gw merasa nyaman banget berada di dalam keluarga ini. Keluarga KATAK sangat ramah,gila,penuh semangat,dan sangat terima gw apa adanya.Belum pernah gw merasakan hal ini sebelumnya. Saat itu keluarga KATAK sangat welcome sekali dengan bergabungnya gw sebagai keluarga baru.Di keluarga ini pertama kali gw berkenalan dengan Bank Raff yang sebelumnya pernah bareng ikut sebagai panitia di acara kampus.Lalu Panji Wijaya sebagai ketua teater.Saat itu Panji langsung memperkenalkan gw kepada Stella Adeline yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua teater dan sekaligus sebagai partner gw di crew musik. Jarang sekali gw menemukan sosok wanita pemusik seperti Stella. Ternyata ehh ternyata Stella itu mantan pacarnya Panji Wijaya lohh dan informas itu saya tahu setelah 2 bulan saya bergabung.Tapi sayang,kenapa putus ???hhhee....

Ternyata yang asik itu bukan teman-temannya doank loh tetapi pelatihnya juga,namanya Ka Ivan.Beliau sosok yang mengidola banget buat gw.Seru banget diajar sama Ka Ivan..hhe



0

26 Februari 2011

Posted by Riski Safaat on 09.39
Dahulu,gw mempunyai impian.yaa salah satunya adalah membuat REUNI AKBAR SMP.awal mulanya gw sempet pesimis dengan rencana gila gw ini,tapi lama-kelamaan tingkat percaya diri gw meningkat karena adanya beberapa kakak senior gw yang mendukung gw dengan adanya rencana gw ini.Gw ini adalah pendiri group di salah satu jejaring sosial.yang dimana group itu berisikan seluruh alumni SMP Binong Permai dan group itu gw beri nama http://www.facebook.com/profile.php?id=100000017878292#!/group.php?gid=104644923702.Semenjak adanya Reuni Akbar SMP Binong Permai,telah terbukti bahwa group ini sudah mempunya >300 orang.wawwww...sungguh ga nyangka.
tPada awal gw menggagas ide gila ini yang pertama menjadi hal yg penting adalah mengumpulkan orang-orang yg punya visi,misi,dan tujuan yg sama dengan gw dan terbentuklah beberapa panitia dari berbagai angkatan.Untuk acara reuni akbar ini telah gw tentuin tanggalnya yaitu 26 Februari 2011 dan itu waktu yang sebentar banget,cuman 2 bulan persiapan dan reuni 10 angkatan.


Setelah terbentuk beberapa panitia dari berbagai angkatan langsung dah gw adain rapat rutin yakni setiap malam minggu jam 19:00WIB.Saat rapat pertama,buset banyak banget yang datang jadi situasi ga kondusif banget.Rapat kedua gw kumpulin hanya 1 orang doank tiap angkatan dan itu juga ga kondusif.Sampai akhirnya rapat ketiga dan ini berlanjut ke rapat-rapat berikutnya yang dimana rapat ketiga itu berisi orang-rang yang mempunyai antusias tinggi terhadap acara ini.

Terbentuklah susunan kepanitian dari mulai Penanggung jawab,ketua umum,ketua peelaksana,ketua panitia,sekretaris,bendahara,dll.Dan inilah hasil kerja dari panitia dari mulai pembuatan undangan,spanduk,logo.dll.


(Logo Ikatan Alumni SMP Binong Permai)
(Spanduk Reuni & Background panggung)


(Spanduk untuk dijalan-jalan)


Dalam mengadakan suatu acara itu emang yang paling penting itu adalah pendanaan bro.tapi gw tetep aja jalan walau dana belum keliatan.Selain dana dari peserta gw juga udah mencari dana dari sponsor,bazar,donatur tapi apa mau dikata semua hasilnya NOL.Bayangin aja proposal yang udah gw buat di tolak ya dengan alasan waktu terlalu mepet.hhhaaa...emang bener sih.tapi gw tetep semangat nyari lagi dana walau susah kemanapun.Cara lainnya itu adalah Ngamen.yapss ngamen..dari panitia yang ada alhamdulilah gw punya partner yg mau cari dana dengan cara ngamen & dari hasil ngamen itu ga disangka dapet Rp200.000,00 cuman 2 tempat dengan waktu 2 jam doank.Alhamdulilah berarti ALLAH SWT memberi jalan bwt acara ini.Seiring berjalannya waktu alhamdulilah acara ini berjalan lancar & gw pribadi dapet pelajaran dari sini.Inilah dokumentasi dari acara Reuni ini



0

Saat muda saatnya berkarya

Posted by Riski Safaat on 08.45

Copyright © 2009 Ekki KataK All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.